Pemyemangat Hidupku.
Nama : Nurgia Isti Adjah
NIM : 12001060
Kelas : 1B PAI
Deskripsi Biografi : Kedua Orangtua Ku
Ibu adalah mama,begitu aku memanggilnya. Mama adalah motivator pertama dalam kehidupan. Mama adalah penyemangat dalam hidup saya. Saya bangga bisa menjadi seorang anak yang selalu diberi kasih sayang yang tidak bisa saya balas dengan apapun.Mamaku adalah orang yang kuat dan tangguh. Beliau tak pernah mengenal lelah.
Apapun akan beliau lalukan untuk saya dengan jerih payah nya. Mamaku tidak terlalu tinggi dan putih. Mama lebih rendah dari saya. Malahan saya yang anak nya lebih tinggi dari mama. Mamaku berpenampilan sederhana. Mamaku seorang ibu rumah tangga. Mama merupakan sosok yang lemah lembut,sosok yang tak pernah mengeluh dalam segala hal. Mama adalah seseorang yang selalu ada untukku,menyayangiku dan mensupportku hingga saat ini. Mama juga selalu menasehatiku. Menasehatiku dalam setiap kesalahan. Tetapi terkadang saya membantah apa yang mama katakan namun mama selalu tetap menasehatik walaupun di selingi dengan marahnya.
Ayah,ayah juga semangat hidupku. Beliau orang yang tangguh dan pekerja keras. Tak pernah mengenal lelah,hujan panas di lewati demi mencari nafkah untuk keluarganya. Ayahku bertubuh besar dan kekar,beliau berkulit kecoklatan. Ayah adalah pembimbing dan pengajar terbaik dirumah,yang selalu membimbing dan mengajarkan saya tentang kehidupan dan mengarahkan saya ke jalan yang baik. Ayah adalah orang yang pemarah. Dan saya adalah orang yang paling takut terhadap ayah. Ketika dimarahi ayah,saya hanya bisa terdiam dan nangis,itulah saya.
Saya ceritakan sedikit tentang mama dan ayah yang sejak kecil beliau beragama kristen dan ketika ingin menikah dengan ayah,mama masuk Islam. Begitupun sama dengan ayah,ayah ketika kecil beliau juga beragama kristen dan saat umur 5 atau 6 tahun ayah masuk Islam dengan Niat nya. Kedua orangtua ku muallaf. Dulu mamaku tidak pandai mengaji,dan sampai sekarang pun masih susah untuk menyebut huruf hijaiyah. Saya mengajarkan mama mengaji,dan saya bukan di ajarkan mama atau ayah tetapi saya yang mengajarkan mereka. Air mata saya menetes mengetik ini. Saya bisa mengaji karena di ajarkan oleh teman ayah yang memang sedari kecil sudah beragama Islam. Dan ketika beliau sudah besar,beliau menjadi guru ngaji dan saya belajar mengaji dengan beliau. Ketika saya sudah tamat Iqro' dan hatam Al-Qur'an,saya kemudian mengajarkan orangtua saya mengaji. Mama susah sekali menyebut huruf hijaiyah,tetapi saya tetap mengajarkan mama agar bisa menyebut huruf hijaiyah. Dan Alhamdulillah sekarang mama udah bisa ngaji walaupun masih tidak lancar dan dalam penyebutan huruf masih susah. Saya bangga bisa mengajarkan orangtua saya mengaji,walaupun di antara saya mama ayah dan abang,hanya saya dan abang saya yang lancar mengaji tetapi mama dan ayah lah yang selalu mengajarkan kami tentang bersikap baik dengan ajaran Islam. Ayah selalu membimbing dan mengajar saya dan abang saya dan mama juga sebaliknya sebagai penasehat terbaik dalam hidup saya dan abang saya.
Mama terlahir dari keluarga yang sederhana,dengan 7 bersaudara dan satu di antara mereka meninggalkan dunia sejak kecil. Kampung mamaku di Balai Sebut,Jangkang. Ini adalah kampung orang dayak dan semua bersuku dayak. Tidak ada yang beragama Islam. Kampung mama adalah kampungku juga. Kedua orangtua mama atau kakek dan nenek saya sudah tidak ada lagi. Begitupun dengan ayah,orangtua dari ayah juga sudah tidak ada lagi. Orangtua mama dan ayah juga kristen tidak ada yang beragama Islam. Di antara saudara-saudara mama dan ayah hanya mereka yang masuk Islam.
Ayah juga terlahir dari keluarga yang sederhana,dengan 9 bersaudara. Kampung ayah di Balai Karangan. Di kampung ayah mayoritas nya banyak,ada Islam Dayak Cina. Keseharian ayah dan mama yaitu berkebun. Mempunyai dua kebun,yaitu kebun tebu dan kebun cabai. Penghasilan ayah diambil dari menjual tebu dan penghasilan mama diambil dari menjual sayuran. Terkadang ayah juga menjual besi,menjual kayu dan lain sebagainya. Sedangkan mama hanya menjual sayuran dan sebagai ibu rumah tangga. Ketika kawan-kawan baca ini,kawan-kawan pasti sudah bisa menebak bahwa saya adalah orang terlahir dari keluarga sederhana. Keluarga sederhana tetapi mempunyai jiwa yang tangguh. Ayah dan mama sampai sekarang kesehariannya adalah berkebun. Usia ayah dan mama sudah semakin tua. Tetapi mereka tak pernah berhenti bekerja untuk membiayai saya disini. Saya sangat bangga mempunya orangtua yang tangguh dan kuat seperti mereka. Seseorang yang tak kenal apa itu lelah,apa itu sakit. Ketika sakit pun tetap bekerja untuk kebutuhan hidup.
Saya sangat bangga kepada mama dan ayah,mereka adalah malaikat tanpa sayap. Surga ada di telapak kaki ibu. Maka dari itu saya ingin membuat mereka bahagia suatu hari nanti dengan kesuksesan dan topi wisuda yang akan yang akan saya gunakan di depan mama dan ayah. Saya sangat menyayangi kedua orangtua saya. Saya sangat mencintai kedua orangtua saya. mama dan ayah selalu sehat dan panjang umur agar dapat melihat kesuksesan ku kelak. Adek sayang mama dan ayah. Love you forever <3
Komentar
Posting Komentar